Jika anda meneruskan membaca artikel ini, saya asumsikan anda telah menginstall squid dan videocache dan keduanya telah berjalan dengan baik.
pertama pastikan squid dan videocache sudah di shutdown
squid -k shutdown
killall -9 python
killall -9 python
lalu tambahkan kode berikut pada squid.conf
acl videocache_allow_url url_regex -i www[0-9][0-9]\.indowebster\.com\/(.*)mp3
tambahkan juga kode berikut pada /usr/share/videocache/videocache.py
untuk memudahkan, saya paste code di pastebin, http://pastebin.com/f74e131b4
masih di videocache.py, cari bagian # Website specific options lalu tambahkan:
(enable_indowebster_cache, indowebster_cache_dir, max_indowebster_video_size, min_indowebster_video_size) = set_globals(’indowebster’)
Hari ini kantorku membeli sebuah produk yang harus dibayar dengan beberapa lembar uang 100 US$. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka uang dollar tsb rencananya saya scan dan lalu di print kembali (hitam-putih) kemudian orang yang terima uang tadi harus menandatangani copy uang tsb sebagai bukti bahwa memang uang dengan serial tersebutlah yang dia terima. Saya terkagum-kagum dengan aplikasi photoshop yang langsung mengenali bahwa scan-nan tersebut adalah scan-an uang dan photoshop langsung mengeluarkan error msg ini:

Keren juga

*Ilustrasi diambil dari kabarindonesia.com
Sudah menjadi hal yang tidak aneh lagi bagi kita kalau ‘hari gini’ di aspal jalanan Jakarta ada paku. Dan beberapa orang mungkin ada yang berprasangka paku tersebut sengaja disebar di jalan oleh pihak-pihak yang diuntungkan jika terjadi bocor ban. Tapi saya tidak mau berprasangka buruk, seperti teman saya bilang: “Kebetulan sedang ada proyek pembangunan.. jadi ada paku yang terjatuh”. Ya sudah, semoga benar ini yang terjadi.
Akan tetapi belakangan ini mulai marak modus baru para tukang tambal ban yang berusaha mengambil kesempatan didalam kesempitan dimana mereka secara langsung/tidak langsung memaksa kita untuk membeli ban dalam dari dia. Bagaimana caranya? berikut saya paparkan pengalaman saya.
Beberapa bulan yang lalu ban depan motor saya terkena paku persis didepan Mall Ambasador dan nyaris mencelakakan saya karena saat itu kecepatan saya sekitar 60km/jam dan harus berhenti mendadak. Klakson dan sumpah serapah orang dari belakang (ini Jakarta bung!) baru terhenti setelah mereka melihat keadaan ban saya kempes, sayapun menepikan kendaraan. Setelah mendorong beberapa puluh meter saya melihat tukang tambal ban diantara Gedung Kuningan City & Manhattan Hotel, Terlihat sedang ada ‘pasien’ disana, dan sayapun duduk melepas lelah karena mendorong motor yg kempes. Saya perhatikan si pemilik motor mengambil plastik dari tasnya dan memasukkan ban dalam bekasnya kedalam plastik tersebut, dan sayapun berpikir “oh dia ganti ban dalam”.
Disebuah siang yang panas, 2 orang ABG narsis yaitu saya dengan Asfihani memutuskan untuk mencari ‘kehangatan’ dan mereka berdua menemukan tempat yang cocok untuk berduaan (Makan kambing maksudnya). Yak!! makan SATE dan TONGSENG di WARUNG PAK MIN . Warung Pak Min itu terletak di Jl. Tegal Parang, sekitar 1 KM dari Gedung Cyber.
Ini dia warung Pak Min

Ayo kita lihat gaya TENGIL kedua ABG Narsis ini, KATRO banget kan?
